Kamis, 15 Oktober 2015


  • Komunikasi Data

Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer   dan   piranti-piranti   yang   lain   dalam   bentuk   digital   yang dikirimkan melalui media komunikasi data.

  • Komponen Komunikasi Data
 
           =>Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
           =>Penerima, adalah piranti yang menerima data  
           =>Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
           =>Media pengiriman,adalah media atau saluran yang digunakanuntuk mengirimkan   data
           =>Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.



  • Protokol
Protokol dapat diartikan sebagai sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. 
  •  Komponen Protokol

1. Aturan atau prosedur, mengatur pembentukan/pemutusan hubungan 
2. Format atau bentuk, mengatur proses transfer data representasi pesan  
3. Kosakata (vocabulary), jenis pesan dan makna masing-masing pesan
  • Fungsi Protokol 
Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar. Berikut ini beberapa fungsi protokol.
         >>Fragmentasi dan reassembly
        >>Encapsulation
        >>Connection control 
       >>Flow control
        >>Error control  
       >>Transmission service
  • Remote Procedure Call (RPC) 
Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure.  
RPC  masih  menggunakan  cara  primitif  dalam  pemrograman,  yaitu menggunakan paradigma procedural programming. Hal itu membuat kita sulit ketika menyediakan banyak remote procedure.   
  • Kelebihan RPC  
          --: Relatif mudah digunakan:
       Pemanggilan remote procedure tidak jauh berbeda dibandingkan pemanggilan local procedure
          --: Robust (Sempurna):
       Sejak th 1980-an RPC telah banyak digunakan dlm pengembangan mission- critical
       application yg memerlukan scalability, fault tolerance, & reliability
  • Kekurangan RPC
     ~~} Tidak fleksibel terhadap perubahan:
                                        Static relationship between client & server at run-time.
    ~~}Berdasarkan prosedural/structured programming yang sudah ketinggalan jaman dibandingkan
          OOP.
  • Prinsip RPC dalam program Client-Server 



Skema  RPC  ini  dilakukan  juga  pada  proses-proses  yang  running  di  komputer berlainan


  • Langkah-langkah dalam RPC


     1.  Prosedur client memanggil client stub
     2. Client stub membuat pesan dan memanggil OS client
     3. OS client mengirim pesan ke OS server
     4. OS server memberikan pesan ke server stub
     5. Server stub meng-unpack parameter-parameter untuk memanggil server
     6. Server mengerjakan operasi, dan mengembalikan hasilnya ke server stub 
     7. Server stub mem-pack hasil tsb dan memanggil OS server
     8. OS server mengirim pesan (hasil) ke OS client
     9. OS client memberikan pesan tersebut ke client stub 
   10. Client  stub  meng-unpack  hasil  dan  mengembalikan  hasil  tersebut  ke client  


  • Object Remote 
Meskipun teknologi RPC ini relatif sudah memberikan kenyamanan bagi developer, tapi perkembangan yang terjadi di bidang pemrograman berorientasi objek akhirnya menuntut kehadiran teknologi baru. Sederet teknologi akhirnya benar-benar muncul, antara lain; RMI (Remote Method Invocation), CORBA (Common Object Request Broker Architecture), dan SOAP (Simple Object Access Protocol).


       Remote Method Invocation (RMI) adalah sebuah teknik pemanggilan method remote yang lebih secara umum lebih baik daripada RPC. RMI menggunakan paradigma pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming). RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method.  


RMI menyediakan mekanisme dimana server dan client berkomunikasi dan memberikan informasi secara timbal balik. Aplikasi semacam ini seringkali disebut aplikasi objek terdistribusi.
  
Aplikasi objek terdistribusi seringkali melakukan hal berikut:
  
  1. Melokasikan  objek  remote:  Aplikasi  dapat  menggunakan  satu  dari  dua mekanisme untuk mendapatkan referensi ke objek remote.  
  2. Berkomunikasi  dengan  objek  remote:  Detail  dari  komunikasi  antara  objek remote ditangani oleh RMI, bagi programmer komunikasi remote tampak seperti invokasi method Java standar.
  3. Memanggil   (load bytecode   untuk   objek   yang   di-pass Karena   RMI mengizinkan pemanggil (caller) untuk mem-pass objek ke objek remote, RMI menyediakan mekanisme yang diperlukan objek me-load kode objek, sebagaimana juga mentransmisikan datanya.  
 
Ilustrasi  berikut  menggambarkan  aplikasi  RMI  terdistribusi  yang  menggunakan registry untuk mendapatkan referensi ke objek remote. Server memanggil registry untuk mengasosiasikan (mengikat) suatu nama dengan objek remote. Client mencari objek remote dengan namanya pada registry server dan meng-invoke method dari objek. Ilustrasi ini juga menunjukkan sistem RMI menggunakan Web server untuk memanggil class bytecodes, dari server ke client dan dari client ke server, untuk objek-objek yang diperlukan.




·     Langkah-Langkah Pembuatan Program dengan RMI
 
Dalam RMI, semua informasi tentang satu pelayanan server disediakan dalam suatu definisi remote interface. Dengan melihat pada definisi interface, seorang pemrogram dapat memberitahukan method apa yang dapat dikerjakan oleh server, meliputi data apa yang diterima dan data apa yang akan dikirim sebagai tanggapan.

Membangun  suatu  aplikasi  terdistribusi  menggunakan  RMI  meliputi  6  langkah. Keenam langkah tersebut adalah:

1.Mendefinisikan remote interface
2.Implementasi remote interface dan server
3.Pengembangan client (atau applet) yang menggunakan remote interface
4.Mengkompilasi source files dan mem-buat stub and skeletons
5.Memulai (start) RMI registry 
6.Menjalankan server dan client

Tidak ada komentar:

Posting Komentar